Senin, 07 November 2011

Ponsel Tertipis Lunak dan Bisa Melengkung

 Apa yang Anda bayangkan tentang telepon tipis? Bagaimana pula jika telepon ini bisa dilengkang-lengkungkan semau Anda, atau digulung, seperti layaknya mainan dari karet?

Produsen gadget papan atas asal Korea Selatan, Samsung, bersiap meluncurkan Galaxy Skin awal tahun 2012. "Kemungkinan malah bisa lebih cepat," kata kepala hubungan investor Samsung, Robert Yi.
Ponsel melengkung ponsel terdengar seperti fiksi ilmiah. Selain Samsung, Nokia juga sedang bekerja untuk mengembangkan teknologi yang sama.

Yi mengatakan, produk ini akan menjadi yang pertama di dunia, sebuah ponsel dengan layar yang fleksibel. Aplikasi ini akan dimungkinkan untuk diterapkan pula pada tablet keluaran mereka.

Rival smartphone Samsung, Nokia, juga meluncurkan prototipe dasar Kinectic, ponsel fleksibel Nokia. Kinectic memungkinkan pengguna untuk menekuk layar untuk mengontrol fungsi seperti musik dan video.
Nokia menolak untuk mengatakan kapan smartphone Kinectic yang akan dijual.

Sebelumnya Samsung demonstrasi telah menunjukkan dari layar OLED yang dapat dilipat.AMOLED, layar 4,5 inci dan hanya 0.3 mm tebalnya, mengikut kemauan penggunanya ke arah mana saja ponsel dilipat, layaknya kertas.

Pada Januari, para ilmuwan Samsung memamerkan sebuah layar AMOLED dengan bagian yang bisa dilipat di atas benar-benar tanpa retak.

Minggu, 06 November 2011

Dunia Pada Tahun 2100

Bagaimana situasi dunia ketika mencapai tahun 2100? Salah satu ramalan terkini yang dirilis oleh Business Insider mengungkapkan kondisinya akan jauh lebih masif dari saat ini. Berbagai persoalan mulai dari jumlah penduduk, kekurangan bahan bakar dan bahan pangan melanda dunia. Ramalan yang pesimistis? Tidak juga. Berikut beberapa ramalan tersebut:

  1. Batas rerata umur manusia di dunia sekarang sekitar 68 tahun. Pada 2100, batasan umur itu akan bertambah menjadi 81 tahun. Ini berarti makin banyak orang berumur uzur. Laporan PBB tidak menyebutkan secara rincin bagaimana manusia 2100 bisa mempertahankan hidupnyaa, apakan melalui rekayasa genetik, pengobatan nano, maupun peningkatan kecerdasar secara eksponensial. Begitupun laporan itu tidak menyantumkan risiko-risiko kependudukan seperti pandemik penyakit atau malah serbuan alien. 
  2. Rawan pangan. Sebenarnya kondisi dunia sekarang sudah rawan pangan. Para pakar menyalahkannya pada pemanasan global. Sekarang ada sekitar 925 juta jiwa yang menderita kelaparan. Peningkatan jumlah penduduk, logikanya, akan menambah jumlah penduduk yang kelaparan. Di sisi lain, makin panasnya suhu bumi bisa membuat masa tanam makin pendek di daerah tropis dan sub tropis. Ini membuat risiko gagal panen makin kencang, apalagi menyangkut padi dan jagung. Diprediksi akan ada penyusutan 20-40 persen dari panen padi dan jagung itu. Artinya, ratusan juta penduduk dunia harus mulai mendiversifikasi pangan mereka. Tak lagin mengandalkan pangan tradisional. 
  3. Terumbu karang dan ekosistemnya bakal rusak. Dengan level karbon dioksida yang tinggi di 2100, sekitar 560 parts per juta, ini akan menjadi bencana bagi terumbu karang. Diperkirakan sebanyak 9.000 habitat terumbu karang punah.  Terumbu karang bukanlah sekadar penghias laut. Ia menjadi penyokong penting kehidupan laut, karena menjadi rumah bagi ribuan ikan dan memasok makanan. Dunia pada 2100 akan menjadi pertaruhan adaptasi terumbu karang.
  4. Bahan bakar minyak, gas, dan batu bara diprediksi bakal hilang. Gara-gara kerakusan manusia mengkonsumsi bahan bakar tersebut saat ini. Beberapa pakar sudah memperhitungkan, BBM akan menghilang mulai 2040. Sementara BBG, jumlah produksinya secara cepat akan berkurang. Manusia, pada 2100 memanfaatkan tenaga air dan tenaga yang diperbarukan seperti angin dan matahari. Tiga tenaga ini bakal jadi penopang utama energi dunia.
  5. Mobilitas penduduk akan semakin tinggi. Di sejumlah negara yang homogen sekarang, seperti Cina dan Jepang, kondisinya akan berubah pada 2100. Globalisasi berarti makin banyak dan cepat perpindahan penduduk termasuk skill kerja mereka ke luar negeri. Kita akan melihat banyak bule asal AS yang mencari nafkah di Asia, dan Eropa akan menjadi melting pot penduduk yang lebih masif lagi dari sekarang.
  6. Sinyal berbahaya bagi ledakan penduduk. Laporan PBB memprediksi jumlah penduduk dunia mencapai 10 miliar jiwa pada 2100. Laporan ini punya dua alternatif skenario, akan ada maksimal sebanyak 15,8 miliar penduduk dunia atau hanya akan ada 6,2 miliar penduduk. Angka yang terakhir, menjadi pilihan paling memungkinkan. Sementara angka yang pertama adalah tanda bahaya bagi planet bumi. Negara-negara butuh pengaturan ledakan penduduk yang komprehensif dan drastis bila ingin selamat. Penduduk 10 miliar jiwa, itu berarti bahaya besar.

Minggu, 11 September 2011

Tuhan Tak akan Pernah Meninggalkan Orang yang Setia Kepadanya

1 Korintus 10:3
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia  dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

karena sebenarnya adalah kita sendiri yang membuat hubungan kita jauh daripada Tuhan. Lewat tingkah laku,lewat perkataan dan lewat perbuatan kita yang menyakiti Tuhan dan saudara di sekitar kita.Oleh karena itu biarlah saudara setia selamanya kepada Tuhan tanpa syarat apapun dan percaya penuh bahwa Tuhan pasti memberikan jalan keluar.